MAN 1 BANYUMAS – Suasana berbeda terasa di ruang meeting MAN 1 Banyumas pada Sabtu, 18 Juli 2026. Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran asal Spanyol dan Rumania menyambangi madrasah dalam program pertukaran budaya dan edukasi kesehatan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama mitra di Eropa dengan Unsoed. Tujuannya memperkenalkan budaya, sistem pendidikan kedokteran, sekaligus memberikan penyuluhan kesehatan dasar kepada siswa MAN 1 Banyumas khususnya PMR MAN 1 Banyumas.
Rombongan yang terdiri dari mahasiswa Rumania dan Satu Mahasiswi Spanyol dan 20 mahasiswa Kedokteran Unsoed disambut langsung oleh Wakil Kepala MAN 1 Banyumas, jajaran guru, dan OSIS. Acara diawali dengan perkenalan nama mahasiswa dan budaya masing-masing negara.
Dalam sesi utama, para mahasiswa kedokteran membawakan materi bertema “ Tuberculosis” TBC merupakan penyakit menular disebabkan bakteri yang bisa menyerang paru paru atau tulang dan menular lewat udara. Bisa sembuh dengan minum OAT 6 bulan teratur. Pencegahannya dengan imunisasi, hidup sehat, dan menjaga kebersihan lingkungan. Materi disampaikan secara interaktif dengan praktik langsung dan tanya jawab menggunakan Bahasa Inggris. Anggota PMR Conan MAN 1 Banyumas tampak antusias kegiatan materi dan praktik pendidikan remaja sebaya.
Wakil Kepala MAN 1 Banyumas Muhammad Firdaus S.Ag.M.Pd menyampaikan apresiasinya.
“Kami senang bisa menerima tamu dari luar negeri. Ini membuka wawasan siswa tentang dunia kedokteran dan pentingnya bertukar budaya. Semoga kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya didengarkan sebagai sebuah materi, tetapi menjadi bekal untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Jadilah generasi yang peduli terhadap kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Sebagaimana prinsip Kurikulum Berbasis Cinta, kepedulian terhadap kesehatan juga merupakan wujud cinta kita kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada sesama manusia. Menjaga kesehatan berarti menjaga amanah yang telah Allah berikan,” lanjutnya.
Mahasiswa dari Spanyol, Abril, mengaku terkesan dengan keramahan siswa dan guru. “Anak-anak di sini sangat semangat belajar. Kami juga belajar banyak tentang budaya Indonesia, terutama Banyumas,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama. Pihak madrasah berharap kunjungan ini bisa memotivasi siswa untuk lebih giat belajar, khususnya di bidang kesehatan dan bahasa asing. (Undri)
