UNSOED Kenalkan Teknologi Energi Terbarukan Melalui Pembuatan Dye Sensitized Solar Cells di MAN 1 Banyumas

Humas MAN 1 Banyumas – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Program Studi Fisika FMIPA Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang diketuai oleh Dr. Kartika Sari, S.Si., M.Si., yang beranggotakan Dr. Zaroh Irayani, S.Si., M.Si. dan Muflihatun, S.Si., M.Si. melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa praktik pembuatan Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) di MAN 1 Banyumas, Selasa (19/08/2025).

Kegiatan ini bertempat di Laboratorium IPA MAN 1 Banyumas dan diikuti oleh siswa-siswi dari Kelas Riset serta Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Hadir pula Kepala MAN 1 Banyumas, Drs. H. Muslimin Winoto, M.Pd.I., yang menyambut baik inisiatif UNSOED dalam memperkenalkan teknologi energi terbarukan kepada peserta didiknya sebagai bentuk implementasi Kampus Berdampak.

Dalam praktik tersebut, siswa dilibatkan secara langsung dalam pembuatan lapisan tipis solar sel berbasis zat pewarna alami yang diekstrak dari tanaman lidah mertua (sansiviera trifasciata). Zat pewarna tersebut berfungsi sebagai material utama dalam penyerapan cahaya, sehingga memungkinkan sel surya bekerja sebagai sumber energi ramah lingkungan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang sebelumnya telah dilakukan pada Rabu, 11 Juni 2025. Melalui kegiatan lanjutan ini, siswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai pentingnya pengembangan energi terbarukan, tetapi juga keterampilan praktis dalam membuat DSSC sederhana dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan.

Menurut Dr. Kartika Sari, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, antara lain: memberikan pemahaman tentang pentingnya energi terbarukan, melatih keterampilan eksperimen siswa, mengintegrasikan pengabdian dengan pembelajaran sains di sekolah, serta mendorong inovasi teknologi ramah lingkungan di kalangan generasi muda.

Manfaat kegiatan pun dirasakan oleh berbagai pihak. Siswa memperoleh pengalaman riset sederhana sekaligus keterampilan eksperimen; sekolah mendapat dukungan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis proyek; dosen UNSOED dapat mengimplementasikan hasil riset ke masyarakat; dan masyarakat luas diharapkan mendapat generasi muda yang lebih peduli terhadap isu energi serta lingkungan.

Harapannya, melalui kegiatan ini, siswa MAN 1 Banyumas dapat menumbuhkan budaya ilmiah, menjadikan pembuatan DSSC sebagai salah satu proyek pembelajaran, serta mempererat kerja sama antara UNSOED dan sekolah menengah. Pada akhirnya, diharapkan lahir generasi kreatif, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan energi serta lingkungan. (tim)