Menanam Cinta di Ruang Kelas: Guru MAN 1 Banyumas Dalami Kurikulum Berbasis Cinta

Humas — MAN 1 Banyumas menggelar kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi seluruh guru pada Senin, 5 Januari 2026, bertempat di Ruang Meeting Lantai 2 MAN 1 Banyumas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam memperkuat implementasi kurikulum yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan pembelajaran mendalam.

Kegiatan dibuka dengan laporan Ketua Panitia yang juga Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Bangkit Tri Handoko. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa diseminasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru terhadap Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus membekali guru dengan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran, khususnya RPP berbasis pembelajaran mendalam.

“Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya konsep, tetapi harus terimplementasi nyata dalam perencanaan dan praktik pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Banyumas, Muslimin Winoto, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya perubahan paradigma dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa guru tidak boleh terjebak dalam rutinitas yang monoton.

“Guru harus dinamis, adaptif, dan terus berkembang. Kurikulum Berbasis Cinta ini menjadi momentum untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna bagi peserta didik,” tegasnya.

Acara inti diisi dengan pematerian oleh narasumber Nurul Hidayah yang merupakan Pengawas Madrasah Aliyah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Beliau memaparkan secara komprehensif konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagaimana tertuang dalam KMA 1503. Ia menjelaskan bahwa KBC dicetuskan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai respons atas realitas pendidikan saat ini.

“Peserta didik telah dibekali ilmu agama, tetapi masih ditemukan anomali seperti bullying dan burnout. Di sinilah Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai jawaban,” jelasnya.

Menurut Nurul, rasa cinta kepada peserta didik diwujudkan melalui pembelajaran mendalam yang menekankan sikap saling memuliakan, saling menghormati, dan saling menghargai. Pembelajaran mendalam memiliki tiga unsur utama, yakni bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, yang dilaksanakan melalui empat olah: olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tujuan KBC adalah membentuk pribadi peserta didik yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan penuh cinta. Nilai-nilai tersebut dirangkum dalam Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.

Tak kalah penting, Nurul menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, menyenangkan, dan sejahtera, serta mempraktikkan nilai-nilai KBC dalam penyusunan RPP pembelajaran mendalam.

Kegiatan diseminasi ini disambut antusias oleh para guru MAN 1 Banyumas. Diharapkan, melalui Kurikulum Berbasis Cinta, proses pembelajaran di madrasah tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kasih sayang yang berkelanjutan.