Humas – Pada hari ketiga Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertema “Membangun Ekosistem Madrasah yang Humanis, Kolaboratif, dan Berkemajuan”, Jumat (10/7/2026), seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Banyumas memperoleh pembinaan langsung dari Dr. H. M. Wahyu Fauzi Aziz, S.H., M.Si., selaku Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.
Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh keluarga besar MAN 1 Banyumas untuk terus memperkuat kualitas kelembagaan melalui peningkatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta sinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan madrasah.
Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya menjaga karakter dan moral peserta didik dengan menolak segala bentuk perilaku LGBT yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai agama dan karakter madrasah. Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkepribadian luhur.
Selain itu, beliau menegaskan bahwa guru masa kini harus melek teknologi. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi perkembangan pendidikan di era digital. Guru dituntut terus belajar, beradaptasi, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif agar relevan dengan karakter generasi saat ini.
Dalam aspek kelembagaan, Dr. Wahyu juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola madrasah yang profesional serta peningkatan kompetensi guru dan peserta didik secara berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan madrasah hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bergerak bersama dengan visi yang sama.
Beliau juga menekankan pentingnya memberdayakan orang tua sebagai mitra strategis madrasah. Keterlibatan orang tua dalam mengawasi, membimbing, dan mendampingi perkembangan anak menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan yang berkesinambungan antara rumah dan madrasah.
Tak hanya itu, MAN 1 Banyumas didorong untuk terus memperluas jejaring dan kolaborasi dengan berbagai institusi, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang bagi peserta didik untuk berkembang, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menutup pembinaannya, Dr. Wahyu mengajak seluruh keluarga besar MAN 1 Banyumas untuk bekerja dengan penuh totalitas, menjunjung tinggi profesionalisme, serta membangun loyalitas terhadap kepemimpinan dalam rangka mewujudkan madrasah yang semakin unggul, humanis, kolaboratif, dan berkemajuan.
Melalui pembinaan ini, diharapkan semangat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menjadi konsep dalam pembelajaran, tetapi juga menjadi budaya kerja yang menguatkan kolaborasi seluruh warga madrasah demi melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (hms)
